Indonesia Perlu Mengatasi Ketimpangan Akses Layanan Kesehatan untuk Mencegah Ribuan Bayi Baru Lahir Meninggal, menurut Save the Children

Tuesday 25 February 2014

Berita Pers
DAPAT DITERBITKAN SEGERA
For English version click here

(Jakarta, Indonesia) – Indonesia termasuk dalam 10 negara di dunia yang memiliki kesenjangan terbesar antara kematian bayi baru lahir di keluarga mampu dan kurang mampu, dan kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Demikian laporan Save the Children yang diterbitkan hari ini. Organisasi hak anak ini menyatakan Indonesia perlu mengatasi ketimpangan akses layanan kesehatan agar kematian bayi baru lahir dapat terus dikurangi.

Laporan berjudul Ending Newborn Deaths atau Mengakhiri Kematian Bayi Baru Lahir juga menunjukkan bahwa 2,2 juta anak meninggal dalam proses persalinan atau selama hari pertama pasca kelahiran. Setengah dari jumlah ini dapat dicegah, seandainya ibu dan bayi mendapatkan layanan kesehatan gratis dan berkualitas dan didampingi tenaga kesehatan terlatih. Di Indonesia, sekitar 48,000 anak meninggal setiap tahunnya selama proses persalinan atau selama hari pertama pasca kelahiran dengan satu dari lima ibu yang bersalin tanpa didampingi tenaga kesehatan terlatih.

“Momen pertama dalam kehidupan seorang anak adalah momen yang paling berbahaya, namun masih banyak ibu yang tidak memiliki akses untuk dibantu persalinannya oleh tenaga kesehatan terlatih,” kata Ricardo Caivano, Direktur Save the Children di Indonesia. “48,000 bayi baru lahir yang meninggal setiap tahunnya di Indonesia merupakan hal yang tidak seharusnya terjadi, terutama mengingat hal ini dapat dicegah jika adanya sistem layanan yang tepat untuk memastikan setiap proses kelahiran berlangsung di fasilitas kesehatan yang lengkap peralatannya dan didampingi oleh tenaga kesehatan terlatih.”

“Penelitian menunjukan bahwa anak-anak yang lahir dari 20% keluarga kurang mampu memiliki kemungkinan meninggal dua kali lebih banyak dibanding anak yang lahir dari keluarga yang mampu. Akar masalahnya adalah tidak adanya tenaga kesehatan terlatih dan fasilitas kesehatan dengan perlengkapan dan pengobatan yang memadai untuk membantu ibu yang sangat membutuhkan, terutama bagi mereka yang berada di daerah pedesaan dan terpencil,” kata Ricardo Caivano.

Dalam upaya untuk menyelamatkan jutaan bayi baru lahir, Save the Children menyerukan kepada pemimpin-pemimpin di dunia untuk membuat komitmen perubahan di tahun 2014 – melalui The five point newborn promise – yang berfokus pada pelatihan tenaga kesehatan dan kelengkapan peralatan di fasilitas kesehatan untuk memastikan tidak ada  lagi bayi yang lahir tanpa bantuan dan penanganan yang tepat serta layanan gratis dan berkualitas bagi semua ibu hamil dan melahirkan.

Save the Children menyerukan kepada pemimpin-pemimpin di dunia, lembaga filantropis dan pihak swasta untuk memenuhi dan berkomitmen terhadap the Five Point Newborn Promise 2014:

  • Mendeklarasikan untuk mengakhiri semua kematian bayi baru lahir yang dapat dicegah, dengan menyelamatkan 2 juta bayi baru lahir setiap tahunnya dan menghentikan 1,2 juta bayi yang meninggal selama proses persalinan (Stillbirths during labor)
  • Memastikan bahwa pada tahun 2025 setiap kelahiran didampingi oleh tenaga kesehatan yang terlatih dengan perlengkapan yang dibutuhkan sehingga dapat membantu persalinan bayi baru lahir. Untuk Indonesia, setiap kelahiran harus didampingi oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas kesehatan dengan perlengkapan yang memadai untuk membantu persalinan dan mengatasi komplikasi.
  • Meningkatkan anggaran untuk kesehatan minimum sesuai standard WHO yakni US $ 60 per orang.
  • Membiayai pelatihan dan mentoring, perlengkapan dan dukungan bagi tenaga kesehatan serta menghapus biaya untuk semua layanan kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak termasuk tanggap darurat dan pengasuhan bayi baru lahir.
  • Pihak swasta dan perusahaan perlu membantu mengatasi kebutuhan kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak dengan mengembangkan dan meningkatkan ketersediaan solusi inovatif bagi masyarakat kurang mampu.

*****

Untuk informasi lebih jauh termasuk wawancara dengan narasumber dapat menghubungi Patricia Norimarna at patricia.norimarna@savethechildren.org

 

 

Kontak Informasi:
Patricia Norimarna
Communications & Advocacy Manager – Save the Children
Tel: 0812 1088 705
Email: Patricia.Norimarna@savethechildren.org